" />

Wisata Purwokerto

PANCURAN TUJUH

Berbeda dengan objek wisata husada “Pancuran Tiga” yang masing – masing tidak mempunyai nama sendiri – sendiri, dari ketujuh air pancuran yang berada di objek wisata husada “Pancuran Tujuh” memiliki nama yang merupakan simbol dan fungsi dari masing – masing airnya.

Entah siapa dulunya yang memberi nama, yang pasti sampai saat ini dari ketujuh air yang berada di objek wisata husada “Pancuran Tujuh” memiliki nama yang merupakan simbol dan fungsi dari masing – masing airnya.

Pertama diberi nama ibu “Kencana Sari”, yang berarti kasihan kepada sesama manusia. Pancuran kedua bernama “Pituduh” yang mengisyaratkan pesan memberi pertolongan berupa pedoman atau arah jalan bagi orang – orang yang dalam keadaan berkesusahan dan tidak memiliki arah hidupnya. Pancuran ketiga bernama “Piwulang”. Yang mengingatkan agar setiap orang selalu membagikan ilmu pengetahuannya kepada orang lain yang membutuhkan. Pancuran keempat bernama mbah “Brewok” yang berarti dapat membuat seseorang itu berumur panjang. Pancuran kelima bernama “Pengganggu Fitnah” yang berarti dapat melindungi seseorang dari segala macam fitnah  yang akan menghancurkan kehidupan seseorang. Pancuran keenam bernama “Guru” yang berarti dapat membuat seseorang menjadi cerdas, taqwa dan terampil. Sedangkan pancuran yang terakhir atau yang ketuuh bernama mbah “Dukun” yang dipercaya sebagai pancuran yang selalu membantu agar keenam air pancuran tersebut dapat terus berfungsi sebagaimanaa namanya masing – masing.

Sama seperti objek wisata husada “Pancuran Tiga”, untuk sampai ke objek wisata husada “Pancuran Tujuh” juga dapat ditempuh melalui dua jalur, yang pertama lewat pintu gerbang “Kawasan Wana Wisata Baturaden”, yang kedua dapat ditempuh melalui objek wisata “Lokawisata Baturaden”. Jarak untuk sampai kesana 5,5 Km. Meskipun jalan menuju kesana sebagian besar sudah dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan, namun tetap saja tidak bisa menghindar dari perjalanan dengan berjalan kaki, melewati medan yang cukup menanjak tajam penuh dengan tangga – tangga bebatuan.

Seberat apapun medan yang harus Anda tempuh, jangan lantas mengurungkan niat Anda untuk berkunjung kesana. Selain udaranya sejuk, pemandangan alamnya indah, airnyapun juga sangat bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Sejak dahulu tempat ini adalah tempat yang paling favorit bagi para wisatawan asing untuk mandi lulur, terutama yang berasal dari Belanda. Bagi Anda yang suka berziarah, di tempat itu juga terdapat satu tempat petilasannya mbah “Atas Angin”. Yang konon juga karena mandi di situlah ia terbebas dari penyakit kulit yang telah ia derita selama bertahun – tahun lamanya.

© 2011 - 2014 HotelPurwokerto.com in partnership with agoda.com