" />

Kota Purwokerto

Purwokerto bisa dikatakan tidak memiliki industri-industri besar yang menyerap banyak tenaga kerja, padahal letak kota ini sangat potensial dan begitu strategis dalam berinvestasi dalam bidang ini. Selain lahan yang masih sangat luas dan akses menuju kota-kota besar lainnya juga sangat mudah. Industri-industri yang berkembang justru dari indusrtri rumahan yang masih tradisional dalam pengelolaannya dan sedikit menyerap tenaga kerja , seperti industri rokok rumahan, industri mie atau soun kering, pabrik pengolah susu, industri peralatan dari logam, industri makanan oleh – oleh, yang semuanya masih berskala kecil. Kota ini juga sepi di sektor perdagangan, beberapa factor mempengaruhi seperti belum adanya pelabuhan atau fasilitas bongkar – muat barang, maupun  areal pergudangan yang dapat menyimpan komoditas dalam jumlah ribuan kubik. Berbeda pada pertengahan abad 20, kota ini mengalami perubahan di perdagangan yang cukup tajam. Dipengaruhi banyaknya mahasiswa yang datang dari berbagai kota di Pulau Jawa untuk menuntut ilmu di perguruan tinggi. AKtifitas ekonomi rakyat pun menjadi menngeliat berkenaan dengan kebutuhan mahasiswa. Dari usaha tempat kost, toko alat tulis, warnet, warung-warung makan, sampai jasa pencucian (laundry). Semua ini berdampak pada ekonomi rakyat menjadi maju dengan adanya pengusaha-pengusaha baru yang banyak membuka lapangan pekerjaan.

Kota Purwokerto memiliki satu bahasa yang khas,  biasa dikenal dengan “Bahasa Jawa Ngapak-Ngapak”. Ciri bahasa ini sangat unik karena dialeg Banyumasannya yang sangat kental. Salah satu budaya bangsa yang patut dilestarikan. Kentongan atau yang biasa disebut “thek – thek”, adalah alat musik bambu yang dimainkan oleh 20 sampai 40 orang. Kebudayaan lainnya adalah Begalan dan Ronggeng yang kini mulai memudar.

Comments are closed.

© 2011 - 2014 HotelPurwokerto.com in partnership with agoda.com